10
May
Di balik mahalnya harga kantong plastik dan kemasan produk yang kini banyak dikeluhkan masyarakat, tersimpan persoalan struktural yang sudah lama menggerogoti ketahanan industri petrokimia Indonesia: defisit nafta. Bahan baku esensial ini, yang menjadi fondasi produksi plastik, masih harus didatangkan dalam jumlah besar dari luar negeri karena kapasitas produksi domestik belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nasional. Inilah salah satu akar masalah yang membuat industri plastik Indonesia begitu rentan terhadap gejolak harga global. Mengenal Nafta dan Peranannya dalam Rantai Produksi Plastik Nafta adalah fraksi minyak bumi yang dihasilkan dari proses penyulingan (refinery) minyak mentah. Dalam industri petrokimia, nafta memainkan peran yang…
